Jumat, 29 Maret 2013

istilah-istilah dalam memancing

Dalam memancing, ada banyak istilah yang gunakan dan w ajib diketahui oleh para pemancing pemula, di
antaranya:
1. Angler = Pemancing.
2. Strike = Umpan disambar ikan.
3. Ngetrik = Pelampung bergoyang seperti mesin jahit ketika umpan di makan ikan.
4. Backlash = Kusutnya line pada reel akibat salah casting (melempar) bait.
5. Chumming; chunking = Memberikan perangsang pada ikan dengan cara melempar-lempar umpan
supaya ikan tertarik untuk mendekat. Chumming sebaiknya jangan dilakukan terlalu banyak pada satu
w aktu, dan juga jangan terlalu cepat. Patokan yang biasa sering digunakan andalah, kalau umpan yang
baru anda lempar masih kelihatan dipermukaan, jangan ditambah, biarkan hilang perlahan-lahan. Setelah
hilang diamkan sebentar baru kemudian lempar lagi dalam jumlah yang sama. Ingat jangan telalu banyak,
kita hanya menarik perhatian ikan, bukan memberi makan.
6. Drifting = Drifting (berhanyut) pada dasarnya adalah “slow trolling”. Drifting membuat kita dapat
memancing diarea yang lebih luas dari pada dengan kapal berjangkar. Kapal akan berhanyut disebabkan
oleh arus & angin. Kalau arus & angin searah, kapal akan drift cukup cepat, sedangkan kalau berlaw anan
arah kapal mungkin tidak akan bergerak. Karena itu biasanya sambil berhanyut mesin tetap hidup & si
kapten mengatur kecepatan & arah bergerak kapal. Kenapa perlu berhanyut? Ada beberapa alasan: –
Lokasi yang ingin di cover luas dan w aktu mancing terbatas – Laut terlalu dalam & tidak praktis
menggunakan jangkar – T arget ikan di tengah air, sedikit di atas dasar laut, atau ikan dasar yang bisa
diundang ke “atas”, dan dasar laut adalah w reck (kapal tenggelam), bukit/ lembah baw ah laut,
bongkahan karang, drop-off, tandes luas, etc.
7. Mancing Dasaran (Bottom Fishing) = Mengapa disebut “Mancing Dasaran”, karena apa yang dilakukan
adalah menempatkan kail yang berisi umpan di dasar laut (atau sedikit diatasnya agar tidak tersangkut
karang) dengan harapan bahw a ikan-ikan yang berada di dasar laut memakan umpan tersebut. Ini adalah
teknik mancing paling umum dan paling popular dikalangan pemancing.
8. Ngoncer = Ngoncer adalah mancing dengan menggunakan ikan hidup sebagai umpan (Live Bait). T eknik
ini sedikit unik dan tanpa menggunakan timah/ pemberat. Kenur utama dipasang kili-kili peniti (snap
sw ivel), kemudian disambungkan dengan mata kail dengan kaw at nikelin sepanjang 10 cm. Umpan yang
digunakan mutlak umpan hidup seperti : selar, tembang, layang, como, kembung, sangir, bahkan baby
barracuda (alu-alu). Umpan hidup dibiarkan berenang menjauhi kapal, menuju lokasi yang paling akurat
(tohor), sambil menunggu ikan pamangsa.
9. Trolling (Tonda) = T eknik memancing yang disebut ”trolling” ini harus menggunakan reel khusus (Open
Reel) yang cukup kuat dan joran khusus yang umumnya hanya terdiri dari 1 batang dan harus ditarik kapal
dengan kecepatan 5-7 knot. T rolling biasanya menggunakan umpan buatan yang dibuat dari fiber glass,
kayu atau plastik. Umpan palsu yang paling populer adalah yang disebut Rapala untuk memancing ikan
ikan seperti T enggiri dan W ahoo. Ada jenis umpan palsu lain yang disebut Konahead yang berbentuk
seperti cumi tapi berw arna menyolok untuk mancing ikan ikan sejenis Marlin, Layaran dan Lemadang.
10. Casting = Biasanya dilakukan dari pinggiran laut, seperti dermaga, batuan, pantai, bahkan di atas kapal
yang sedang berhenti/ jalan dengan pelan. Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur
(tidak kaku) dan panjangnya antara 150 sampai 172 cm cm karena berbeda dengan Popping, lontaran
umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (antara 20 sampai 30 m). Reel yang digunakan bisa spinning bisa
juga reel khusus (baitcasting). Umpan yang digunakan biasanya umpan tiruan (lure) yang berbentuk ikan
ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Caranya adalah umpan
dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Hal ini harus dilakukan terus menerus
sampai ikan menyambar atau sampai pemancing merasa lelah dan menyerah. Oleh karena itu cara mancing
seperti ini termasuk Popping dan Jigging dikategorikan sebagai Sportfishing.
11. Surf Casting = T eknik mancing ini dilakukan dari pantai dengan menggunakan joran yang panjangnya
kira-kira 4m dan biasanya terdiri dari 3 pieces (potong) yang harus disambung jadi satu. Jorannya hampir
seperti joran spinning atau popping biasa hanya jauh lebih panjang. Pemancing juga harus menggunakan
reel yang berukuran cukup besar (biasanya model spinning kelas 4000 keatas). Oleh teman-teman didaerah Y ogya teknik mancing ini disebut PASIRAN.
12. Rock Casting = T eknik mancing ini hampir sama dengan teknik Surf Casting dan menggunakan peralatan
yang hampir sama tetapi dilakukan dari atas batu karang (rock) atau pinggir laut yang curam.
13. Popping = T eknik Popping pada dasarnya termasuk dalam kelompok Casting. T etapi teknik Popping
menggunakan joran (rod) yang cukup panjang, antara 180 sampai 210 cm dan terdiri dari 2 pieces yang
disambung. T eknik popping khusus menggunakan ”lure” (umpan buatan) yang disebut Popper yang
biasanya berukuran besar dengan berat antara 80 sampai 100 gram. Umpan buatan yang dipakai terdiri
dari 2 jenis. Y ang pertama disebut ”Chugger” yang kepalanya rata dan memiliki cekukan seperti mangkok.
Chugger ini bila disentak sew aktu mengapung akan menimbulkan bunyi ”pop, pop, pop” karena kepalanya
menabrak air laut. Itulah sebabnya ia disebut ”popper”. Jenis yang satu lagi disebut ”Pencil” karena
kepalanya ”tajam” dan pensil ini tidak disentak sentak tetapi hanya ditarik terus.
14. Jigging = Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang
baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba ”menipu” ikan dengan
menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil (metal jig lure)
yang dicemplungkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas.
15. Mancing Garong = Cara mancing ini secara popular diplesetkan dengan sebutan “ngegarong” karena
menggunakan sejenis mincing yang bermata 6 (enam) berbentuk seperti matahari yang disebut pancing
“Garong”! Uniknya, seringkali (atau lebih sering) ikan yang digarong tertangkap bukan karena pancing
nyangkut di mulutnya tetapi nyangkut di insang, di pipi, pundak, perut, buntut, dsb. Mancing garong ini
biasanya menggunakan joran tegek yaitu joran tanpa kolong-kolong (cincin/guide) yang panjangnya
antara 4 m sampai 6 meter. Mancing cara “garong” ini harus menggunakan pelampung kecil yang dibuat
dari kayu ringan dan biasanya berbentuk seperti “piring terbang”. Jarak antara pelampung dengan pancing
garongnya hanya berkisar sekitar 50 cm sampai 100 cm sedangkan seluruh panjang kenur dari ujung joran
sampai mata pancing hanya 2 sampai 3 m.
16. Fly Fishing = Ini adalah salah satu teknik unik mancing. Dikembangkan oleh seorang bangsaw an dari
Inggris. Namun ada yang menyebutkan bahw a fly fishing itu sudah ada sejak abad ke 2 masehi. Pada
jaman Romaw i kuno Claudius Aelinus, yang menyatakan memancing dengan menggunakan artificial fly.
Secara umum fly fishing adalah seni memancing dengan menggunakan artificial bait berbentuk fly
(serangga). Artificial flies ini bisa terbuat dari tying hair, fur, feathers, atau material lainnya baik yang
natural ataupun synthetic. Perangkat memancingnyapun menggunakan joran khusus fly dan fly line
khusus terbuat dari line yang di coated plastik. Fly fishing dapat dimainkan di freshw ater maupun
saltw ater.
17. Galatama = Istilah Galatama di ambil dari Sepakbola, yang intinya adalah Lomba yang memperebutkan
Juara Peringkat. Jadi Mancing Galatama adalah mancing dengan target menjadi Juara dalam pertandingan
mancing. Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat
3, dan Juara Prestasi (T otal tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya tidak dibaw a pulang.
18. Mancing Harian = Mancing satu harian penuh dengan mebayar uang sew a kolam/tiket.
19. Lomba Mancing Harian = Mancing ini biasa disebut mancing Lomba dan juga memperebutkan Juara
Peringkat namun di adakan 1 hari penuh dari pagi hingga sore hari biasanya antara pukul 09.00 s/d 16.00.
Biasanya memperebutkan : Juara induk terberat 1, Juara induk terberat 2, Juara induk terberat 3, dan
Juara Prestasi (T otal tangkapan terbanyak). Ikan perolehan mancing biasanya dibaw a pulang.
20. Mancing Kiloan = Mancing dengan sistem memancing terlebih dahulu lalu menimbang perolehan ikan
yang terpancing dan membayar sebesar apa yang diperoleh berdasarkan satuan kilogram. Hasil pancingna
dibaw a pulang.
21. Kilo Gebrus = Mancing ini khas Jaw a Barat mulai dari Depok, Bogor, Cianjur, Sukabumi sampai Subang,
Garut, dan T asik. Sistemnya adalah pemancing menurunkan beberapa kilo ikan kedalam kolam baru
dilakukan memancing. Ikan dibaw a pulang.
22. Gaplean = Mirip seperti Kilo Gebrus hanya disini ada urusan taruhannya. Biasanya berupa uang untuk hasil
pancingan tertentu.
23. Mancing Borongan = Memancing dengan sistem memborong satu kolam. Biasanya dilakukan taw ar
menaw ar terlebih dahulu antara pemancing dan pemilik kolam. Ikan bisa di pancing sepuasnya satu harian.
Atau bahkan bila perlu di kuras airnya (dibedah).
24. Hand line = Memancing tanpa menggunakan joran dan reel alias langsung pake tangan. Namun tetap
pake line dan mata pancing.
25. Ngotrek = Adalah mencari ikan untuk umpan mancing itu sendiri. Biasanya rangkaian ngotrek itu terdiri
dari beberapa matakail kecil yang berderet (renceng). T arget ikan: selar, tembang, layang, como,
kembung, sangir.
26. Jeblug = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di tengah danau, embung,
setu, kali dll.
27. Neger = Adalah teknik mancing dasaran dengan rangkaian glosor. Dilakukkan di pinggir danau, embung,
setu, kali dll.
28. Mancing Lobang = T eknik khusus untuk mancing Nila/Mujair babon. Dengan mencari sarang dari ikan
Nila/Mujair babon yg berbetuk cekungan w ajan. Caranya menggunakan rangkaian sistem glosor namun
memakai pelampung sangat kecil. Umpannya pun cukup pakai steroform (gabus putih). Fungsinya sebagai
pengganggu sarang karena ikan Nila/Mujair sering membersihkan sarang.
29. Ngoyor = Mancing dengan setengah badan berendam air.
30. Nyengked = Mancing dengan cara menggaet ikan bisa di badan, di ekor, di sirip atau pun di insang, yang
jelas mancingnya tidak hook-up.
31. Ngurek = Cara mancing belut dengan menggunakan handline. Mancing langsung ke dalam lubang yang
diperkirakan ada belutnya. Cilakanya sering malah dapat ular.
32. Mancing Rawe/Rawai = Cara memancing dengan rangkaian mata pancing yang sangat banyak,
biasanya puluhan sampai ratusan mata mancing. Biasanya ini dilakulkan oleh nelayan.
33. Mancing Layang-layang = Mancing tonda/trolling dengan menggunakan alat bantu layang-layang.
34. Mancing Huhate = Mancing dengan joran bambu/kayu yg di lakukan dengan bantuan siraman umpan
hidup dan siraman air. Matakail tidak diberi umpan tapi diberi kertas timah (rokok) cara memancingnya
hanya menggaet ikan yang sedang dichumming. Biasanya pemancing duduk berkelompok deret di buritan
kapal. Mancing ini biasanya dilakukan untuk mancing ikan cakalang, tuna kecil, tongkol.
35. Big Game Fishing Tournament = T urnamen ikan-ikan besar, dilakukan di laut dalam dan biasanya ikan
utama yang menjadi sasaran adalah jenis marlin atau layaran.
36. Billfish = Jenis ikan berparuh, termasuk marlin hitam, marlin biru, marlin loreng, ikan tondak, dan ikan
layaran.
7. Tackle = Peralatan mancing.
38. Rod = Joran atau gagang pancing. Bahannya mulai dari yang tradisional seperti dari bambu sampai yang
grafit.
39. Tegeg/Negeg = Joran panjang dan ramping tanpa menggunakan reel. T egeg ada yang 1 piece atau
yang berbentuk antena.
40. Reel = Ril, alat penggulung, bisa berbentuk spinning, spincast, baitcasting atau trolling.
41. Drag = Rem pada ril penggulung.
42. Baitcaster = Perangkat memancing (reel) khusus untuk casting.
43. Kenur = Benang pancing, bisa berupa monofilamen (senar berserat tunggal) atau Braided (berserat
banyak).
44. Leader = Kenur berkekuatan besar yang disambungkan ke kenur utama, gunanya agar lebih tahan
terhadap gigi dan perlaw anan ikan. Bahan yang dipakai bisa berbentuk kaw at atau monofilamen.
45. Hook = Mata kail.
46. Hook Up = Kail menancap di mulut ikan.
47. Rigging = Rangkaian kail pada umpan.
48. Jighead = Mata kail yang dilengkapi bandul timah di ujung kepalanya. Matakail ini khusus untuk lure soft
plastik dan w orm.
49. Konahead= Umpan tiruan menyerupai cumi-cumi, biasanya dipakai untuk memancing dengan cara
menonda (trolling) untuk jenis ikan marlin atau layaran.
50. Rapala= Sejenis merek umpan tiruan menyerupai ikan. Biasanya digunakan untuk umpan ikan tuna,
tenggiri, atau kuw e. Memancing bisa dengan cara trolling, bisa juga dengan cara casting.
51. Fishing Boat = Kapal mancing.
52. Outrigger = T iang penghela yang dipasang di sisi kapal, gunanya untuk merentangkan kenur agar tidak
berimpitan.
53. Wireman = Orang yang memegang tali pandu, bertugas menarik ikan yang sudah naik ke permukaan dan
mendekatkan ke pinggir kapal.
54. Spot = T itik dimana target ikan terlihat atau terdapat.
55. Fish finder/ Depth sounder = Alat berbentuk monitor untuk mencari lokasi ikan. Depth sounder ini
terdiri dari tranducer yang berfungsi sebagai sensor dan monitor yang berguna untuk menampilkan hasil
gambar dasar laut.
56. GPS = Ground Positioning System, peralatan elektronik untuk mencari atau menandai koordinat suatu
tempat tertentu. Biasa dipakai pemancing untuk mencari tandes ikan atau lokasi yakannya.
57. Hotspot = T andes atau lokasi yang biasanya merupakan tempat berkumpulnya ikan, biasanya berbentuk
karang menonjol di dasar laut.
58. Tag = Label yang ditancapkan pada ikan berisi informasi nomor tag dan alamat lembaga resmi yang
mengeluarkannya. Setiap nomor tag nantinya akan disertai informasi mengenai keterangan tentang
spesies ikan, perkiraan panjang dan berat ikan, tanggal dan tempat ikan terpancing, nama dan alamat
pemancing, serta nama kapal dan kaptennya. Informasi ini dikirim ke lembaga yang mengeluarkan tag
tersebut. Program tag ini pertama kali dilaksanakan pada tahun 1963. Organisasi yang khusus mengelola
informasi labeling ikan berparuh adalah T he Billfish Foundation.
59. Tag & Release = Label lalu Lepas, ikan yang tertangkap hanya diberi label, lalu dilepaskan kembali. Istilah
ini biasanya digunakan pada jenis-jenis ikan berparuh (billfish), w alaupun tidak tertutup kemungkinan
penggunaannya pada jenis ikan lain. Hal ini dilakukan untuk melindungi jenis-jenis ikan tertentu dari
kemusnahan.

2 komentar: